LAMPUNG TIMUR – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Labuhanratu 4, Kecamatan Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur, menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba, pencegahan bullying, serta penggunaan media sosial secara bijak. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 140 siswa mulai dari kelas 4 hingga kelas 6.
Kegiatan edukasi ini bertujuan membentuk karakter siswa sejak dini agar mampu menjauhi perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh para narasumber.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Lampung Timur, Titin Wahyuni, mengingatkan para siswa agar tidak melakukan bullying dalam bentuk apa pun. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan dengan cara yang baik tanpa saling menghina atau merendahkan teman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak boleh ada bullying, baik karena fisik, kondisi ekonomi, maupun alasan lainnya. Semua teman harus saling menghargai dan saling menyayangi,” kata Titin saat memberikan materi di hadapan para siswa.
Titin menjelaskan, bullying bukan hanya berupa tindakan kekerasan fisik, tetapi juga ejekan, hinaan, ancaman, maupun pengucilan terhadap seseorang. Perilaku tersebut dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam bagi korban, bahkan menurunkan rasa percaya diri dan semangat belajar.
Ia menambahkan, dampak bullying tidak boleh dianggap sepele. Korban dapat mengalami stres, kecemasan, takut datang ke sekolah, hingga kehilangan kepercayaan terhadap lingkungan sekitarnya. Karena itu, setiap siswa harus berani menghentikan dan melaporkan apabila melihat tindakan perundungan.
Selain itu, Titin mengajak para siswa membangun budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan. Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman hanya dapat terwujud apabila seluruh warga sekolah bersama-sama menolak segala bentuk bullying.
Dalam sesi penyampaian materi, Titin sempat memanggil dua siswa laki-laki yang terlihat saling mengejek. Di hadapan seluruh peserta, ia memberikan pemahaman secara langsung bahwa kebiasaan saling mengejek dapat berkembang menjadi tindakan bullying apabila terus dilakukan. Kedua siswa tersebut kemudian diminta saling meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Selain membahas bullying, para siswa juga diberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menggunakan media sosial secara bijak. Siswa diingatkan agar tidak mudah terpengaruh ajakan negatif, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu menggunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa semakin memahami pentingnya menjaga sikap saling menghormati, menjauhi narkoba, dan menjadi generasi yang cerdas serta bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial di kehidupan sehari-hari.
Penulis : Agus S
Editor : Hadi Jakariya



















