Tetaplah jadi anakku yang lucu dan menggemaskan
Karena setiap detik setiap menit kau selalu memberi kenangan
Kenangan menggembirakan, kenangan menjengkelkan, kenangan mengharukan
Sikap polos dan keluguanmu lah yang selalu membuatku tertawa
Dengan kasih sayangku, kuberikan segalanya untukmu.
2. Puisi Aku dan Hujan
Hujan datang ketika malam gelap
Suaranya terdengar berbisik mengetuk jiwa
Alam pun bergembira menyambut hujan
Angin bersiul berirama sangat indah tuk menemani malam
Aku pun ikut bergembira menyambut hujan
Bagaimana aku bisa mengabaikan hujan?
Ritme hujan malam hari begitu asyik didengar
Seolah aku terbawa dalam suasana yang harmonis didalam rumah
Didalam hujan aku merenung dan berfikir tentang Tuhan
Kupanjatkan segala doa dan hajat dalam hujan
Kini aku pun belajar dari hujan
Sejauh apapun air hujan jatuh mereka tak mengeluh kesakitan
Terimakasih hujan, kau telah datang menemani malam ku yang kesepian ini.***
Editor: Hadi Jakariya