Sekolah Rakyat Dinilai Bisa Buka Mimpi Wong Cilik, Wilayah Tertinggal Dipastikan Terpasang Internet

- Penulis Berita

Sabtu, 30 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan Program Sekolah Rakyat yang menjadi mandat langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Sosial.

Program ini dipandang sebagai model nyata integrasi pengentasan kemiskinan yang berbasis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut Sekolah Rakyat hadir dengan tiga kunci utama arahan Presiden Prabowo, yakni memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan Sekolah Rakyat, mimpi-mimpi mereka terbuka. Mereka yang putus asa kini kembali punya harapan, melahirkan pemungkin-pemungkin baru. Presiden menegaskan agar kita melihat yang tidak tampak, yang grassroot, yang nyaris tidak terdengar,” ujar Saifullah saat bertemu Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (27/8).

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo menambahkan, Sekolah Rakyat merepresentasikan integrasi berbagai program pengentasan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat adalah miniatur program integratif. Orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki, masuk ke koperasi desa, anak dan keluarganya mendapat layanan kesehatan. Semua aspek disentuh,” ungkapnya.

Infrastruktur Internet di Wilayah Tertinggal

Untuk memastikan keberlangsungan program, Wamen Angga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur jaringan internet, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Kita akan minta data lokasi Sekolah Rakyat. Dari sana bisa dilihat siapa yang sudah memiliki jaringan, siapa yang belum. Komdigi siap bantu memastikan konektivitasnya,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Komdigi juga akan memperkuat komunikasi publik dengan memanfaatkan kanal digital agar masyarakat luas mengetahui manfaat Sekolah Rakyat.

“Saya melihat langsung di Bogor, ada anak pemulung yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Kisah seperti ini harus diketahui publik, karena inilah wajah nyata program Presiden untuk wong cilik,” tutur Angga.

Dukungan Digitalisasi

Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menegaskan ada lima bentuk dukungan digitalisasi untuk Sekolah Rakyat. Dukungan itu meliputi penyediaan jaringan internet, penguatan komunikasi publik, integrasi platform dan aplikasi digital, pelatihan digital bagi guru Sekolah Rakyat, serta pemanfaatan pusat data nasional untuk pengelolaan data program.

“Kami punya jaringan ekosistem digital, termasuk startup dan platform yang bisa dilibatkan. Jika ada kebutuhan data, Komdigi sudah menyiapkan program pusat data nasional untuk mendukung Sekolah Rakyat,” jelas Ismail.

Dengan dukungan digitalisasi tersebut, Kementerian Komdigi berharap Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi sekolah alternatif bagi masyarakat miskin, tetapi juga gerakan digital inklusif yang mempercepat pengentasan kemiskinan.

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Seskoad Ingatkan Warga Sukandana Tak Bakar Lahan
Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT
Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur
Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:34 WIB

Cegah Karhutla, Seskoad Ingatkan Warga Sukandana Tak Bakar Lahan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800