Apa itu Money Politik? Yuk Kenali Praktik Politik Uang dalam Pemilu

Senin, 13 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FREENTALK – Pemilihan umum merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Namun, sayangnya, dalam proses pemilihan tersebut seringkali terjadi praktik politik uang atau yang lebih dikenal dengan sebutan money politik. Praktik ini telah menjadi isu yang sering diperbincangkan dalam dunia politik di Indonesia.

Dikutip freentalk.com dari laman aclc kpk go.id, money politik mengacu pada praktik memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih dengan tujuan untuk mempengaruhi pilihan mereka dalam pemilihan umum. Praktik ini melanggar prinsip demokrasi yang seharusnya didasarkan pada kebebasan, kesetaraan, dan keadilan. Money politik juga dapat merusak integritas pemilihan dan mengancam keberlanjutan demokrasi di negara kita.

Salah satu bentuk praktik money politik yang sering terjadi adalah pembagian uang kepada pemilih secara langsung. Para calon atau partai politik seringkali menggunakan dana kampanye untuk memberikan uang kepada pemilih dengan harapan mereka akan memilih calon atau partai yang memberikan uang tersebut. Selain itu, praktik money politik juga dapat berupa pemberian bantuan sosial atau program pembangunan yang dikaitkan dengan kampanye politik.

Praktik money politik tidak hanya melibatkan calon atau partai politik, tetapi juga melibatkan pemilih itu sendiri. Beberapa pemilih dapat meminta atau menerima uang dari calon atau partai politik sebagai imbalan atas dukungan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa money politik tidak hanya menjadi masalah bagi para politisi, tetapi juga melibatkan masyarakat secara luas.

Money politik memiliki dampak yang negatif terhadap demokrasi dan proses pemilihan umum. Pertama, praktik ini dapat merusak integritas pemilihan dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap proses politik. Ketika pemilih memilih berdasarkan uang yang diterima, maka pilihan mereka tidak didasarkan pada pertimbangan rasional atau kepentingan publik, tetapi semata-mata karena imbalan yang diberikan.

Berita Terkait

Sahrin Hamid Mundur dari Jakpro Usai Jadi Ketum Gerakan Rakyat
Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai Politik, Sahrin Hamid: Tak Terpisahkan dari Anies Baswedan
Bukan Cuma Buat Pemilu, Ini Fungsi Partai Politik di Indonesia
Tia Rahmania Dinyatakan Tak Terbukti Lakukan Penggelembungan Suara
Hasil Survei Pilkada Lampung Timur 2024: Elektabilitas Dawam-Ketut Unggul
Debat Putaran Pertama Pilbup Lampung Timur: Ela Akan Tuntaskan Kemiskinan dan Defisit Anggaran
Dawam Rahardjo Rencanakan Revitalisasi Pariwisata di Debat Publik Cabup Cawabup Lampung Timur
Ratusan Warga Hadiri Kampanye Dawam-Erawan di Mataram Baru, Siap Menangkan Pilkada 2024

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:42

Sahrin Hamid Mundur dari Jakpro Usai Jadi Ketum Gerakan Rakyat

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:06

Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai Politik, Sahrin Hamid: Tak Terpisahkan dari Anies Baswedan

Selasa, 20 Mei 2025 - 13:41

Bukan Cuma Buat Pemilu, Ini Fungsi Partai Politik di Indonesia

Sabtu, 19 April 2025 - 11:23

Tia Rahmania Dinyatakan Tak Terbukti Lakukan Penggelembungan Suara

Jumat, 22 November 2024 - 23:36

Hasil Survei Pilkada Lampung Timur 2024: Elektabilitas Dawam-Ketut Unggul

Berita Terbaru

Keterangan Foto:Perwakilan PT Olam Food Ingredients (OFI) bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan cendera mata usai peluncuran Program Inisiasi Regeneratif MUK–Restorasi Lanskap Perhutanan Sosial di Desa Sri Josari, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Rabu (15/7/2026). Program ini bertujuan memperkuat konservasi hutan melalui perhutanan sosial dan pengembangan agroforestri berkelanjutan. (Foto: Agus S)

Nasional

Lampung Perkuat Konservasi Lewat Perhutanan Sosial

Kamis, 16 Jul 2026 - 12:51

PETIR800 LOGIN PETIR800