Langit Jepang Disambar Meteor, Muncul Jelas di Atas Gunung Fuji

Fenomena bola api melintas di langit Jepang terekam kamera pengawas pada Jumat (26/12) dini hari dan menyita perhatian publik.

- Penulis Berita

Minggu, 28 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Tangkapan layar penampakan meteor jatuh di Gunung Fuji, Jepang./News18.com

Tangkapan layar penampakan meteor jatuh di Gunung Fuji, Jepang./News18.com

JEPANG — Sebuah meteor menerangi langit di atas Gunung Fuji, Jepang, pada Jumat (26/12) dini hari. Fenomena langit tersebut terekam kamera pengawas milik Museum Kota Hiratsuka dan viral di media sosial karena tampil jelas serta mencolok.

Dikutip pada Minggu (28/12/2025) dari Daily Galaxy, meteor itu tampak melesat cepat melintasi langit malam, memancarkan cahaya terang disertai jejak pijar sebelum akhirnya menghilang dalam hitungan detik. Meski kemunculannya singkat, visual yang dihasilkan disebut sebagai salah satu rekaman meteor paling jelas di kawasan tersebut.

Meteor tersebut terekam kamera pengawas statis yang terpasang di Museum Kota Hiratsuka, Prefektur Kanagawa, tidak jauh dari kaki Gunung Fuji. Dalam rekaman, sebuah objek bercahaya terlihat memasuki bingkai kamera, menyala terang saat melaju, lalu lenyap tanpa meninggalkan suara ataupun dampak di permukaan.

Daily Galaxy melaporkan tidak ada laporan mengenai jatuhnya serpihan meteor maupun kerusakan akibat peristiwa tersebut. Berdasarkan analisis awal dari rekaman video, meteor diduga habis terbakar di lapisan atas atmosfer Bumi sebelum mencapai permukaan.

Fenomena ini menarik perhatian para pengamat langit karena meteor tersebut memancarkan beragam warna, tidak hanya cahaya putih. Warna-warna itu diyakini berasal dari unsur kimia yang terkandung di dalam meteor, seperti natrium dan magnesium, yang bereaksi saat memasuki atmosfer dengan kecepatan dan suhu tinggi.

Jejak cahaya berwarna yang ditinggalkan meteor itu kerap menjadi petunjuk awal bagi ilmuwan untuk mengenali karakteristik dan asal-usul material benda langit. Meski demikian, hingga kini belum ada analisis resmi yang memastikan komposisi spesifik meteor tersebut.

Baca Juga :  Bukan Bandar Lampung, Kabupaten Ini Jadi yang Paling Padat di Lampung

Wilayah sekitar Gunung Fuji sendiri berada dalam pemantauan ketat karena statusnya sebagai gunung berapi aktif. Sistem kamera dan pengawasan yang terpasang untuk memantau aktivitas vulkanik dan seismik itulah yang turut merekam peristiwa meteor tersebut.

Jepang diketahui memiliki jaringan pemantauan canggih, termasuk kamera pengawas dan sistem analisis visual berbasis teknologi mutakhir. Infrastruktur ini tidak hanya berfungsi untuk mendeteksi potensi bencana, tetapi juga kerap merekam fenomena alam tak terduga di atmosfer, seperti kemunculan meteor di langit malam.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hadi Jakariya

Sumber Berita: Daily Galaxy

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung
2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung
Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai
Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak
IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal
Pesulap Merah Diteror Telepon Pinjol, Diblokir Muncul Nomor Baru

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:33 WIB

951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:44 WIB

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:03 WIB

2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:15 WIB

Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800