Menembus Badai Kritik, Kisah Seorang Istri Melawan Pandangan Pedas ‘Bude’

- Penulis

Senin, 6 November 2023 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagai seorang istri sekaligus ibu satu anak, hidup tidak selalu mudah, tetapi saya selalu mencoba yang terbaik untuk menjalani peran saya dengan penuh cinta dan dedikasi.
Namun, tidak semua orang selalu memahami perjuangan saya, terutama kakak perempuan ibu mertua saya yang seringkali menganggap remeh saya.

Atika Dian Trihatno

Ia, yang akrab saya panggil “Bude,” telah lama menjadi sorotan dalam keluarga kami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring berjalannya waktu, Bude selalu merasa perlu untuk memberikan komentar pedas tentang hidup saya. Dari segi finansial, pendidikan, hingga pekerjaan, tidak ada aspek kehidupan saya yang luput dari pandangan kritisnya.

Meskipun Bude selalu menyuarakan keraguannya terhadap kemampuan saya untuk menjalani peran sebagai istri atau ibu, saya tidak pernah membiarkannya merusak semangatku.

Sebaliknya, kritik-kritik pedasnya menjadi cambuk motivasi bagi saya untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa saya mampu menghadapi segala tantangan.

Salah satu hal terberat yang saya hadapi adalah sebagai seorang ibu tunggal. Suami saya bekerja di luar negeri, jadi saya harus mengurus anak kami sendiri.

Bude pernah bertanya dengan nada sinis, “Apa kamu yakin kamu bisa mengasuh anak tanpa bantuan suami?” Namun, saya menjawab dengan keyakinan, “Saya belajar menjadi ibu yang kuat dan mandiri, dan cinta saya untuk anak dan suami tidak pernah pudar.”

Kritik pedas Bude tidak hanya tentang peran ibu, tetapi juga terhadap pekerjaan saya.

Saya bekerja paruh waktu sebagai penulis lepas, mencoba menyumbang penghasilan untuk keluarga kami. Bude menganggap pekerjaan ini sebagai pekerjaan sepele dan tidak sebanding dengan karir suami saya.

Namun, saya tahu bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai dan arti, dan saya berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaan saya.

Satu hal lagi yang selalu jadi bahan olok-olok Bude, yaitu kondisi finansial kami. Memang, hidup dalam keterbatasan anggaran bukanlah perkara mudah. Namun, kami berusaha untuk hidup sederhana dan bijak dalam mengelola keuangan. Saya percaya bahwa kebahagiaan keluarga tidak selalu diukur dari jumlah uang yang dimiliki.

Meskipun perjuangan melawan kritik pedas Bude kadang-kadang membuat saya frustasi, saya juga menyadari bahwa ini adalah pelajaran berharga. Ini adalah proses di mana saya tumbuh sebagai individu yang kuat, istri yang mendukung, dan ibu yang penuh kasih.

Saya berharap bahwa suatu hari Bude akan melihat perubahan positif dalam hidup saya dan memberikan pengakuan atas upaya keras yang saya lakukan. Sementara itu, saya akan terus berjuang dan menjalani hidup dengan penuh semangat, tidak peduli seberapa banyak kritik yang terus datang.

Kisah saya sebagai seorang istri dan ibu satu anak yang berjuang melawan kritik pedas dari Bude adalah bukti bahwa cinta, ketekunan, dan semangat dapat mengatasi segala rintangan.

Saya akan terus menjalani peran saya dengan penuh cinta dan keyakinan, dan berharap bahwa suatu hari Bude akan mengerti dan menghargai perjuangan saya.***

Editor: Hadi Jakariya

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPD PGK Lamsel Apresiasi A Burhanuddin Masuk Dewan Pendidikan Lampung
Saatnya Indonesia Menggerakkan GNB untuk Meredakan Konflik Iran–Israel dan AS
HMI Lampung Selatan Bersihkan Gedung Eks Kolonial 1883, Dorong Jadi Cagar Budaya
Alasan Tekanan Demonstran, HMI Pertanyakan Konsistensi Kepemimpinan Wali Kota
Pilkada oleh DPRD sebagai Jalan Tengah Memperbaiki Demokrasi dan Menekan Biaya Politik
Mengukur Urgensi Pilkada melalui DPRD
HMI Cabang Deli Serdang: Polemik Lahan TPS3R Harus Disikapi Bijak, Objektif, dan Berdasarkan Hukum
Konflik Gajah-Manusia di Lampung Timur, WAKO Usul TNWK Gunakan Lebah Madu

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 01:01 WIB

DPD PGK Lamsel Apresiasi A Burhanuddin Masuk Dewan Pendidikan Lampung

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:41 WIB

Saatnya Indonesia Menggerakkan GNB untuk Meredakan Konflik Iran–Israel dan AS

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:24 WIB

HMI Lampung Selatan Bersihkan Gedung Eks Kolonial 1883, Dorong Jadi Cagar Budaya

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:15 WIB

Alasan Tekanan Demonstran, HMI Pertanyakan Konsistensi Kepemimpinan Wali Kota

Sabtu, 10 Januari 2026 - 00:10 WIB

Pilkada oleh DPRD sebagai Jalan Tengah Memperbaiki Demokrasi dan Menekan Biaya Politik

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot