LAMPUNG TIMUR – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di tengah musim kemarau. Edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan diskusi terbuka masyarakat bersama Tim Penyuluhan Karhutla dan KKL Binsat/Wilhan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 di Desa Rantau Jaya Udik 2, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti personel TNI, Babinsa serta masyarakat. Sejumlah perwakilan kelompok tani turut hadir untuk mengikuti penyuluhan mengenai permasalahan kebakaran hutan dan lahan serta langkah-langkah pencegahannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapten Inf Ahmad Rizaldi yang menjadi salah satu pembicara mengatakan, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat. Masyarakat memiliki peran penting karena sebagian besar aktivitas yang dilakukan di sekitar lahan dapat berpotensi menimbulkan kebakaran apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
“Kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca panas dan lahan relatif kering,” kata Ahmad Rizaldi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, mitigasi harus dilakukan sejak dini dengan mengenali potensi sumber api dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak sembarangan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah menjalar ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.
Ahmad menambahkan, apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat desa, Babinsa maupun pihak terkait. Pelaporan secara cepat dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Kalau ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar karena penanganannya akan semakin sulit,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak membangun kepedulian dan gotong royong dalam menjaga lingkungan. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci untuk menekan potensi karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan pertanian dan kawasan yang mudah terbakar.
Sejumlah kelompok tani yang mengikuti diskusi antara lain KTH Wana Sari yang diketuai Basuki, KTH Mekar Sari yang diketuai Rohmana, KTH Wana Bhakti yang diketuai Paulus Untoro, KTH Wana Lestari yang diketuai Sumari, KTH Wana Jaya Asri yang diketuai Naryono, serta KTH Gotong Royong yang diketuai Boirin.
Selain Kapten Inf Ahmad Rizaldi, penyuluhan juga menghadirkan Mayor Inf Winarno sebagai pembicara. Kegiatan turut dihadiri Mayor Czi Irfan, Mayor Caj Murni Hasibuan, Mayor Cpl Faisal, Kapten Inf Adi Prayoga, serta Danramil 429-05/Sukadana yang diwakili Kapten Inf Abdul Razak dan para Babinsa.
Melalui kegiatan tersebut, TNI berharap masyarakat tidak hanya memahami bahaya karhutla, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi secara nyata. Dengan keterlibatan masyarakat sejak tahap pencegahan, potensi kebakaran di wilayah Lampung Timur diharapkan dapat ditekan.
Penulis : Agus S
Editor : Hadi Jakariya



















