JAKARTA — Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020–2024, Sandiaga Uno, menggarisbawahi pergeseran cara pandang berinvestasi di kalangan generasi muda. Dalam perbincangan bersama Cinta Laura di kanal YouTube Paraswara dan Cinta Laura Kiehl, ia menekankan investasi tak lagi cukup berhenti di angka, tetapi harus bergerak pada penciptaan nilai.
Menurut Sandiaga, investor ideal bukan sekedar penyandang dana pasif. Keterlibatan aktif, mulai dari strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi, efisiensi operasional hingga membuka akses jaringan menjadi pembeda antara investasi yang hidup dan yang sekadar numpang lewat.
“Kita ingin masuk bermitra, karna konsepnya Adalah partnership in value creation. Jadi kita percaya, kita itu berinvestasi bukan karena uang kita, tapi karena kemampuan kita membantu si-enterpreanuer, mitra kita untuk created value,” ungkap Sandiaga Uno, dikutip Senin (27/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan, fondasi bisnis tetap klasik, yakni kepercayaan. Reputasi, kata dia, bukan komoditas yang bisa dibeli. Sekali retak, biaya pemulihannya jauh lebih mahal dari sekedar kerugian finansial.
Di tahap awal usaha, Sandiaga menyoroti pentingnya arus kas. Bisnis yang mampu menghasilkan cash flow dinilai lebih tahan banting, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Fokusnya sederhana: pendapatan yang nyata, dikurangi biaya, menghasilkan napas panjang bagi usaha.
Selain itu, keputusan investasi sebaiknya berangkat dari manusia di balik bisnis. Investor perlu membaca DNA, nilai, dan dorongan seorang entrepreneur sebelum menjalin kemitraan. Tanpa itu, kolaborasi mudah goyah di tengah jalan.
Sandiaga juga menekankan prinsip kejelasan dan kesederhanaan dalam merancang bisnis.
“Bikin bisnis dan se-clar mungkin, agar mudah dimengerti,” kata Sandiaga Uno.
Ke depan, ia memetakan tiga sektor yang dinilai punya prospek jangka panjang. Pertama, ekonomi hijau yang bertumpu pada keberlanjutan. Kedua, wellness economy yang menyasar gaya hidup sehat. Ketiga, ekonomi digital, termasuk pengembangan kecerdasan buatan.
Di tengah euforia startup dan investasi instan, pesan Sandiaga seperti rem pelan, namun dalam. Uang bisa masuk cepat, tapi nilai dan kepercayaan dibangun dengan waktu.
Penulis : Itaul Hasanah
Editor : Hadi Jakariya




















