Soal Konflik Gajah di Way Kambas, Pemerintah Siapkan Tanggul 11 Km

Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan pembangunan tanggul pengaman sepanjang 11 kilometer di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas untuk menekan konflik manusia dan Gajah Sumatera.

- Penulis Berita

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Masyarakat penyangga hutan dari beberapa desa di Kecamatan Labuhan Ratu, dan Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, saat menggelar aksi di depan kantor Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Selasa (13/1/2026)./Hadi Jakariya

Masyarakat penyangga hutan dari beberapa desa di Kecamatan Labuhan Ratu, dan Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, saat menggelar aksi di depan kantor Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Selasa (13/1/2026)./Hadi Jakariya

Lampung Timur — Pemerintah pusat dan daerah memperkuat langkah mitigasi konflik antara manusia dan Gajah Sumatera di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Upaya tersebut menyusul masih berulangnya konflik gajah liar dengan warga di desa-desa sekitar kawasan konservasi.

Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan pembangunan tanggul pengaman sepanjang 11 kilometer di Kecamatan Way Jepara, wilayah yang selama ini tercatat memiliki tingkat konflik tertinggi.

Rencana tersebut telah disiapkan sejak setahun terakhir sebagai bagian dari strategi pengamanan habitat dan keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, mengatakan Gubernur Lampung telah mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah pusat guna merealisasikan pembangunan tanggul tersebut.

“Bapak Gubernur Lampung telah mengajukan proposal anggaran sekitar Rp105 miliar kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui Direktur Jenderal Sumber Daya Air untuk fasilitasi pembangunan tanggul. Kami terus melakukan follow up agar dapat direalisasikan tahun ini,” ujar Yanyan, Senin (19/1/2026).

Tanggul pengaman dirancang sebagai pembatas fisik untuk menekan pergerakan gajah liar agar tidak keluar dari kawasan TNWK dan masuk ke permukiman warga. Infrastruktur ini diharapkan dapat menurunkan risiko konflik sekaligus melindungi populasi Gajah Sumatera.

“Tanggul pengaman diperlukan untuk menekan pergerakan gajah keluar kawasan TN Way Kambas dan menurunkan risiko konflik, baik terhadap satwa maupun masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  HMNI Lampung Timur Resmi Dikukuhkan, Siap Wujudkan Kesejahteraan Nelayan

Menurut Yanyan, penanganan konflik manusia dan gajah tidak bisa disamaratakan karena karakter konflik di setiap wilayah berbeda, mulai dari kategori ringan hingga berat.

“Tidak semua wilayah memerlukan penanganan yang sama. Ada lokasi yang membutuhkan tanggul pengaman, ada yang perlu dipasang pagar kejut listrik, dan ada pula yang cukup dengan pagar kawat,” ungkapnya.

Perhatian terhadap konflik gajah dan manusia di Way Kambas juga datang dari pemerintah pusat. Terbaru, Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan perhatian serius dan menyatakan komitmen mendukung penyediaan sumber daya dalam pembangunan pembatas permanen antara kawasan konservasi dan permukiman warga.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa Presiden memandang konflik gajah dan manusia sebagai persoalan kemanusiaan dan konservasi yang harus ditangani secara berkelanjutan.

“Presiden melihat konflik ini bukan hanya soal satwa liar, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan solusi jangka panjang yang adil bagi manusia dan alam,” ujar Gubernur Lampung.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyambut dukungan pemerintah pusat tersebut. Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyebut pembangunan tanggul pembatas permanen di TNWK merupakan harapan yang telah lama disampaikan masyarakat.

Baca Juga :  Dua Kali Curi di Tambak Warga Pasir Sakti, Pria 31 Tahun Diborgol Polisi

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Presiden dan pemerintah pusat. Pembangunan tanggul pembatas ini adalah harapan yang sejak lama disuarakan masyarakat Lampung Timur. Harapannya, masyarakat bisa hidup berdampingan dengan tetap menjaga kelestarian konservasi TNWK,” kata Ela, Kamis (22/1/2026).

Ela menuturkan konflik manusia dan gajah di wilayahnya telah berlangsung bertahun-tahun dan berdampak langsung pada kehidupan serta mata pencaharian warga desa penyangga TNWK. Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah kerap berada di posisi terdepan dalam penanganan dampak konflik.

“Selama ini pemerintah daerah selalu menjadi bantalan. Apa yang bisa kami lakukan sesuai dengan tugas dan kewenangan, telah kami upayakan melalui berbagai program,” ujarnya.

Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah membangun tanggul pembatas di sejumlah titik rawan konflik, meski dengan keterbatasan anggaran daerah. Salah satu lokasi prioritas berada di Desa Braja Asri.

Selain pembangunan tanggul, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan rehabilitasi lahan pertanian pascakonflik, menyediakan sarana siaga penghalauan gajah, serta mengusulkan pembangunan jalan usaha tani bagi masyarakat terdampak.

“Upaya-upaya tersebut kami lakukan semaksimal mungkin sesuai kemampuan daerah. Namun dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, kami optimistis penanganan konflik gajah dan manusia di Way Kambas dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hadi Jakariya

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHE OSES Kembangkan Demplot Mangrove 2 Hektare untuk Lindungi Pesisir Lampung Timur
Mantan Jurnalis Tempo Danya Dewanti Jadi Head Comrel and CID PHE OSES
KKL Wilhan Karhutla Serahkan Hasil Penelitian
KKL Binsat Dikreg LXVIII Seskoad Tinjau Kesiapan Operasional Yonif TP 943/DPC
Cegah Karhutla Meluas, Warga Lampung Timur Diajak Kenali Sumber Api
Musim Kemarau Tiba, Warga Lampung Timur Diminta Tak Bakar Lahan
Kejar Swasembada Pangan, Kementan Percepat Tanam Serentak di 25 Provinsi
PALUGADA PHE OSES Olah 2,6 Ton Sampah Jadi Pakan Ikan, Omzet Capai Rp14,7 Juta per Siklus

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:10 WIB

PHE OSES Kembangkan Demplot Mangrove 2 Hektare untuk Lindungi Pesisir Lampung Timur

Selasa, 22 September 2026 - 01:32 WIB

Mantan Jurnalis Tempo Danya Dewanti Jadi Head Comrel and CID PHE OSES

Kamis, 3 September 2026 - 18:13 WIB

KKL Binsat Dikreg LXVIII Seskoad Tinjau Kesiapan Operasional Yonif TP 943/DPC

Rabu, 2 September 2026 - 15:22 WIB

Cegah Karhutla Meluas, Warga Lampung Timur Diajak Kenali Sumber Api

Rabu, 2 September 2026 - 09:13 WIB

Musim Kemarau Tiba, Warga Lampung Timur Diminta Tak Bakar Lahan

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800 Keunikan Ilustrasi Bertema Permata Dan Artefak Dalam Aztec Gems Mahjong Wins 3 Dan Perkembangan Tampilan Antarmuka Hiburan Digital Menelusuri Ragam Simbol Keberuntungan Dalam Permainan Fortune Dragon Penggunaan Karakter Petualangan Dan Tema Gurun Dalam Wild Bandito Caishen Wins Mengangkat Inspirasi Budaya Tradisional Dalam Desain Permainan Eksplorasi Gaya Visual Warna Warni Dalam Game Sweet Bonanza Fortune Ox Mengenal Makna Simbol Kerbau Pada Ilustrasi Digital Mahjong Ways 2 Dalam Pembahasan Perkembangan Grafis Hiburan Online Fortune Mouse Dan Inspirasi Karakter Hewan Pada Permainan Digital Mengenal Perpaduan Animasi Fantasi Dan Desain Pada Starlight Princess Fortune Rabbit Sebagai Contoh Inspirasi Simbol Hewan Dalam Game Eksplorasi Tema Sejarah Dan Artefak Dalam Treasures Of Aztec Peran Desain Latar Dan Animasi Dalam Game Fortune Dragon Lucky Neko Mengenal Budaya Kucing Keberuntungan Dalam Hiburan Digital Mengamati Perubahan Gaya Visual Dan Efek Pada Mahjong Ways 2 Wild Bandito Dalam Kajian Karakter Petualang Dan Visual Game Ulasan Gaya Grafis Bertema Manis Dari Permainan Sweet Bonanza Mahjong Ways Dan Adaptasi Elemen Tradisional Ke Hiburan Modern Mahjong Wins 3 Mengenal Variasi Desain Dan Animasi Permainan Digital Analisis Konsep Karakter Dan Visual Bertema Asia Pada Caishen Wins Fortune Tiger Dalam Perkembangan Ilustrasi Karakter Hewan Di Game Mengenal Penggunaan Warna Emas Dan Simbol Dalam Gates Of Olympus Aztec Gems Dan Inspirasi Ornamen Peradaban Kuno Pada Permainan Perpaduan Warna Dan Desain Latar Pada Starlight Princess Mengenal Konsep Karakter Tikus Keberuntungan Melalui Fortune Mouse Fortune Ox Dan Representasi Hewan Dalam Ilustrasi Permainan Digital Eksplorasi Elemen Grafis Dan Efek Visual Pada Mahjong Wins 3 Fortune Tiger Mengenal Inspirasi Karakter Harimau Dalam Game Online Memahami Perkembangan Animasi Dan Ilustrasi Dalam Mahjong Ways 2 Caishen Wins Dan Pengaruh Simbol Tradisional Pada Hiburan Digital Mahjong Ways Mengenal Konsep Desain Visual Dalam Permainan Hiburan Digital Eksplorasi Tema Petualangan Dan Karakter Unik Dalam Wild Bandito Starlight Princess Dan Penggunaan Animasi Fantasi Pada Permainan Modern Mengenal Desain Karakter Bertema Keberuntungan Dalam Fortune Rabbit Sweet Bonanza Menghadirkan Inspirasi Warna Cerah Dalam Hiburan Digital Perkembangan Gaya Ilustrasi Asia Pada Permainan Digital Lucky Neko Gates Of Olympus Dan Inspirasi Mitologi Yunani Dalam Desain Game Menelusuri Konsep Petualangan Kuno Dalam Permainan Treasures Of Aztec Fortune Dragon Mengenal Simbol Naga Dalam Budaya Permainan Asia Keunikan Desain Permata Dan Elemen Visual Pada Aztec Gems