Lampung Timur – Warga Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, dihebohkan oleh laporan kemunculan harimau di area perladangan warga, Kamis (8/1/2026).
Informasi tersebut beredar melalui pesan berantai dan unggahan story WhatsApp yang menyebutkan adanya kesaksian seorang petani yang melihat langsung penampakan harimau di wilayah tersebut.
Dalam pesan yang beredar, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang memiliki areal perladangan di sejumlah dusun. Berikut isi pesan yang beredar di WhatsApp, sebagaimana diterima redaksi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kepada seluruh warga masyarakat desa sribhawono,
Bagi yg memiliki areal peladangan askes wilayah dari dusun 12, 7, 2,8,3, dan 11 untuk berhati hati saat mau ke ladang atau perkebunan dikarenakan indikasi terlihatnya HARIMAU SUMATERA yg berkeliaran diwilayah tersebut dan terlihat nyata oleh warga kita bapak pujianto dusun 2 saat beliau mau keladang, dan harimau sepasang tersebut berada di peladangannya,”
Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Sribhawono, Buih Wisnu Prabowo. Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi saat seorang warga hendak menuju ke ladangnya sekitar pukul 09.00 WIB.
“Warga Kami bernama Pak Pujiono sontak langsung naik di sebuah pohon karena kemunculan dua ekor harimau dewasa dan anaknya,” kata Buih Wisnu, dikutip dari Lampung77.
Ia menjelaskan, jarak antara warga dan dua ekor harimau tersebut diperkirakan sekitar 30 meter. Demi menghindari resiko, warga itu bertahan di atas pohon selama beberapa jam hingga hewan tersebut menjauh dari lokasi.
Setelah situasi dinilai aman, warga itu turun dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa.
Menindaklanjuti laporan itu, kepala desa bersama camat, aparat kepolisian, dan unsur TNI dari Koramil Kecamatan Bandar Sribhawono langsung mendatangi lokasi kejadian.
Di lokasi, petugas menemukan jejak yang diduga kuat milik dua ekor harimau dewasa dan seekor anak harimau.
Sementara itu, Camat Bandar Sribhawono, Deki Ismirawansyah, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Kehutanan, Balai Taman Nasional Way Kambas, serta BKSDA setempat untuk menindaklanjuti kemunculan satwa liar tersebut.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya




















