JAKARTA – Belum banyak yang tahu jika biji jeruk ternyata punya potensi manfaat untuk kesehatan. Ia dibuang tanpa sempat dipikirkan, dianggap sisa yang tak punya peran. Padahal, di balik ukurannya yang kecil dan rasanya yang pahit, biji jeruk menyimpan manfaat.
Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa biji jeruk mengandung senyawa aktif yang potensial bagi kesehatan. Salah satunya limonoid, senyawa alami yang banyak ditemukan pada biji dan kulit jeruk.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Functional Foods, limonoid dilaporkan memiliki potensi antikanker. Studi laboratorium (in vitro) memperlihatkan bahwa ekstrak biji jeruk mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dalam kondisi tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penelitian lain yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, juga menunjukkan bahwa biji jeruk kaya akan antioksidan, terutama flavonoid dan limonoid.
Menariknya, aktivitas antioksidan dalam ekstrak biji jeruk bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan daging buah jeruk itu sendiri.
Antioksidan dikenal berperan penting dalam melawan stres oksidatif, proses yang kerap dikaitkan dengan penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.
Selain itu, biji jeruk juga menunjukkan sifat antimikroba. Studi dalam International Journal of Food Microbiology menemukan bahwa ekstrak biji jeruk efektif melawan beberapa bakteri dan jamur patogen yang kerap menjadi penyebab kontaminasi makanan.
Manfaat lain yang turut disorot adalah kaitannya dengan kesehatan jantung. Flavonoid yang terkandung dalam biji jeruk dilaporkan dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Masih merujuk pada publikasi di Journal of Agricultural and Food Chemistry, senyawa tersebut berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga tekanan darah tetap stabil, dua faktor yang sering menjadi persoalan dalam gaya hidup modern.
Di ranah perawatan kulit, biji jeruk juga mulai dilirik. Penelitian dalam Journal of Cosmetic Dermatology mencatat bahwa ekstrak biji jeruk berpotensi melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet serta mendukung regenerasi sel kulit. Ini membuka kemungkinan pemanfaatan biji jeruk dalam produk kosmetik berbasis bahan alami.
Sebagian besar penelitian tersebut masih dilakukan pada tahap laboratorium atau menggunakan hewan uji.
Penelitian pada manusia masih terbatas. Artinya, manfaat biji jeruk belum bisa diterjemahkan secara sederhana sebagai anjuran konsumsi harian tanpa kajian lanjutan.
Penulis : Itaul Hasnanah
Editor : Hadi Jakariya




















