FREENTALK.COM – Tidak semua negara punya level pembangunan yang sama. Ada yang sudah dikategorikan sebagai negara maju, sementara lainnya masih disebut negara berkembang. Bedanya bisa dilihat dari banyak hal, mulai dari pendapatan masyarakat, kualitas pendidikan, layanan kesehatan, sampai infrastruktur.
Mengacu data Bank Dunia 2025, negara maju umumnya masuk kategori high-income dengan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita di atas US$13.935 per tahun.
Sementara itu, negara berkembang masih berada di level menengah atau rendah. Dari sisi pembangunan manusia, laporan UNDP juga menegaskan bahwa negara maju rata-rata memiliki Indeks Pembangunan Manusia (HDI) di atas 0,8, yang menandakan kualitas hidup warganya sudah tergolong sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lantas, apa saja ciri negara maju, dan apa perbedaan paling jelas dengan negara berkembang? Simak ulasannya berikut ini.
Ciri-Ciri Negara Maju
- Pendapatan Tinggi
Pendapatan per kapita jadi salah satu tolok ukur utama. Negara maju biasanya punya GNI per kapita di atas US$13.935 per tahun. Itulah sebabnya warganya bisa menikmati standar hidup yang lebih baik. - Teknologi dan Industri Modern
Ekonomi mereka ditopang sektor industri canggih dan teknologi. Negara maju juga mendominasi riset global, mulai dari otomotif, energi, hingga kecerdasan buatan. - Pendidikan Berkualitas dan Merata
Pendidikan bukan sekadar prioritas, tapi juga merata. Akses sekolah mudah dijangkau, kualitas pengajar tinggi, dan fasilitas pendidikan modern tersedia. - Layanan Kesehatan Unggul
Negara maju punya sistem kesehatan yang kuat. Fasilitas modern tersedia di hampir semua wilayah, bukan hanya kota besar. Data Investopedia mencatat, negara maju rata-rata punya angka kematian bayi di bawah 10 per 1.000 kelahiran dan harapan hidup lebih dari 75 tahun. - Stabilitas Politik dan Hukum
Negara maju biasanya punya demokrasi mapan, korupsi rendah, dan hukum yang ditegakkan dengan baik. Stabilitas ini mendukung pembangunan jangka panjang.
Ciri-Ciri Negara Berkembang
- Pendapatan Masih Rendah hingga Menengah
Sebagian besar negara berkembang ada di kelompok low-income atau lower-middle-income menurut Bank Dunia. Itu artinya, pendapatan per kapita mereka masih jauh di bawah negara maju. - Ekonomi Bergantung pada SDA
Pertanian, perkebunan, dan tambang masih jadi andalan utama. Industri modern belum dominan. - Pendidikan Belum Merata
Masalah akses sekolah masih banyak ditemui. Di beberapa negara, tingkat buta huruf juga masih tinggi. - Layanan Kesehatan Terbatas
Fasilitas medis sering terkonsentrasi di kota besar. Di pedesaan, akses layanan kesehatan masih minim. Angka harapan hidup rata-rata lebih rendah, sekitar 60–75 tahun. - Tingkat Kemiskinan Tinggi
Jumlah masyarakat miskin lebih banyak dibandingkan negara maju. Ketimpangan ekonomi juga masih menjadi masalah besar. - Stabilitas Politik Rentan
Korupsi, konflik politik, hingga lemahnya penegakan hukum sering kali menghambat pembangunan.
Perbedaan Negara Maju dan Berkembang
Untuk memudahkan, berikut perbandingan singkat antara keduanya:
Aspek Negara Maju dan Negara Berkembang
| Aspek | Negara Maju | Negara Berkembang |
|---|---|---|
| Pendapatan Per Kapita | > US$13.935 (high-income) | ≤ US$4.495 (low/lower-middle) |
| HDI (UNDP) | > 0,800 (Very High) | 0,550–0,799 (Medium/High) |
| Ekonomi | Industri modern & teknologi | Pertanian & SDA |
| Kesehatan | Modern, merata | Terbatas, belum merata |
| Harapan Hidup | ≥ 75 tahun | 60–75 tahun |
| Kemiskinan | Rendah | Tinggi |
| Infrastruktur | Lengkap, canggih | Belum merata |
| Politik & Hukum | Stabil, rendah korupsi | Sering tidak stabil, korupsi tinggi |
Contoh Negara Maju dan Berkembang
Negara maju: Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Kanada, Australia, dan masih banyak lainya. Negara-negara ini punya HDI di atas 0,9 dan masuk kategori high-income.
Negara berkembang: Indonesia, India, Brasil, Nigeria, Vietnam, dan masih banyak lainya. Sebagian besar masih berada di level upper-middle atau lower-middle income.
Menariknya, ada juga negara dengan pendapatan tinggi tapi belum dianggap maju. Qatar, misalnya, punya GDP per kapita sangat besar, tapi masih dikategorikan berkembang karena ketimpangan sosial dan akses pendidikan yang belum merata.
Faktor yang Membuat Negara Bisa Maju
Beberapa hal yang mendukung sebuah negara bisa naik kelas antara lain:
Pendidikan berkualitas
Inovasi teknologi
Stabilitas politik
Infrastruktur memadai
Pengelolaan sumber daya alam dan manusia yang efektif
Tantangan Negara Berkembang
Sebaliknya, negara berkembang sering terhambat oleh:
Korupsi dan instabilitas politik
Ketimpangan ekonomi
Akses pendidikan dan kesehatan yang masih terbatas
Ketergantungan pada sumber daya alam
Infrastruktur yang belum merata
Dampak Pandemi
Laporan UNDP dan Financial Times menyebut pandemi COVID-19 sempat membuat jarak antara negara maju dan berkembang semakin lebar. Indeks pembangunan manusia global bahkan turun kembali ke level tahun 2015. Negara berkembang lebih terpukul karena keterbatasan anggaran, beban utang, dan lemahnya sistem kesehatan.
Negara maju dan negara berkembang punya perbedaan mencolok dari berbagai aspek. Negara maju ditandai dengan pendapatan tinggi, pendidikan dan kesehatan berkualitas, serta stabilitas politik yang baik. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan besar dalam sektor ekonomi, sosial, hingga infrastruktur.
Namun, bukan berarti negara berkembang tidak bisa naik kelas. Dengan perbaikan sistem pendidikan, investasi teknologi, dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, peluang untuk menjadi negara maju tetap terbuka lebar, termasuk bagi Indonesia.




















